Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Berhenti sebentar dan lihatlah sekelilingmu... (Seputar Sebulu - Muara Kaman)

"Betapa indah alam desa kita, jika kita mau berhenti sejenak dan menikmatinya..."


Kata-kata ini mungkin sangat layak disampaikan untuk kita yang selalu bekerja keras dan dengan senag hati mengumpulkan pundi-pundi rupiah dan ternyata secara tak sadar melewatkan hari-hari berlalu begitu saja tanpa dapat menikmati keindahannya...

Berikut adalah beberapa tempat menarik yang saya coba abadikan di sekitar Wiayah Sebulu -  Muara Kaman. Mungkin Anda akan bertanya kenapa harus Sebulu -Muara Kaman? jawaban saya sih sebenarnya sederhana saja. Yang jelas yang pertama karena saya tinggal di desa Panca Jaya kecamatan Muara Kaman yang bertetangga dengan Desa-desa di kecamatan Sebulu. Terus yang kedua, karena mobilitas saya cuma mampu ke tempat-tempat itu saja (sekitar Sebulu - Muara Kaman juga), dan yang ketiga, karena saya ingin menunjukkan bahwa tempat inggal kita tuh sebenernya nggak jelek-jelek amat gitu loh... (harusnya bangga donk jadi anak desa yang sebenarnya daerah kaya akan potensi alamnya... (coba bayangkan berapa ribu hektar lahan sawit di sekitar kecamatan Sebulu - Muara Kaman ini? belum lagi tambang batu baranya, berapa banyak di Sebulu, berapa banyak di Muara Kaman...???? sebenernya desa kita ini kaya, Bung!!!!)

Ya udah ni beberapa fotonya...
Senja di sawah perbatasan SP3-SP2 (Muara Kaman - Sebulu)
Tanjung Karas (Muara Kaman)

Gunung Malang (Sudut Pandang dari SP3 Muara Kaman)

Ini baru beberapa aja, sebenarnya masih banyak yang indah di sekitar kita (Sebulu-Muara Kaman). So, enjoy your life...


Kamis, 26 Mei 2011

Desa Panca Jaya, seharusnya bisa gemilang...?!?!?!?!?

Desa Panca Jaya, adalah sebuah desa yang berasal dari Satuan Pemukiman 4 (SP-4) masyarakat transmigrasi tahun 1982. Desa ini terletak di kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara - Kalimantan Timur. Sebenarnya, Desa Panca Jaya ini memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat berkembang dengan pesat. Namun karena ternyata sistem yang ada tidak dapat berfungsi dengan maksimal, maka pergerakan pengembangan desa Panca Jaya ini menjadi "secepat siput".

Dalam pandangan mata normal, Desa Panca Jaya ini memiliki potensi alam yang cukup besar. Tanahnya yang terbilang subur dan memiliki curah hujan yang cukup tinggi membuat sebagian besar masyarakat bermata-pencaharian sebagai petani dan pekebun. Namun tidak hanya itu, dibawah lapisan tanah subur itu, terdapat lapisan emas hitam yang melimpah. Setidaknya, untuk saat ini (2011) sudah ada 2 perusahaan tambang batu bara yang beroperasi, yang seharusnya dapat memberikan pemasukan kas desa yang melimpah. Belum lagi perusahaan sawit yang sudah mulai melakukan pembebasan lahan sampai ratusan hektar di sekitar gunung malang. Tentu saja bisa menjadi tambang uang yang menjanjikan. (bayangin aja berapa harga tanah sehektarnya, biaya administrasi sesuai PERDES tahun 2009 sepuluh persen loh)

Namun ternyata, impian tak seperti kenyataan, sampai saat ini pun, kas desa masih tetap kosong. Pembangunan hanya mengandalkan dana ADD dari pemerintah Tingkat II. Itu pun pemanfaatannya masih terlihat setengah-setengah walau pun dananya milyaran setiap tahunnya. Hmmmm rupanya kejayaan Soeharto masih tertanam kuat di benak para pemimpin kita. Banyak sekali pembangunan yang dianggarkan "sambil ngelindur". Tapi itu sih masih belum seberapa... Lho... jadi masih ada tho???  Coba saja tanyakan PAD buat apa? Pasti buat "belanja" he..he..he.. cuma pertanyaannya BUAT BELANJA SIAPA, YA ???? wkwkwkwk pokoknya nggak jelas banget deh. Tapi jangan kaget, kalo tiba-tiba ada yang punya mobil baru, rumah baru, usaha di mana-mana dan "mungkin gebetan juga dimana-mana..." HAHAHAHAHA kayak nggak tau aja... (istri cuma satu bro... satu disini.... satu di Tenggarong.... satu di Samarinda.... satu di Balikpapan.... satu di Bontang.... pokoknya cuma satu-satu deh.... he..he..he)


Desaku sayang, desaku malang (eh bukan MALANG, tapi PANCA JAYA, KECAMATAN MUARA KAMAN). Lha kalo dah githu... ya tungguin aja pemeriksaan Badan Inspektorat selesai... Ni masih dalam proses pemeriksaan yang panas... Biar hukum amplop yang bicara.... semoga baik.... tapi baik buat siapa??? buat rakyat ato pejabat???? Pejabat kan rakyat juga.... hehehe... klo KPK dah tau ntar baru tau rasa deh......

Emang hal kayak gini, CUMA ADA DI INDONESIA..... 

Minggu, 27 Februari 2011

Sepi...

Ketika dia datang...
maka hanya desir angin saja yang berani membelaiku...
tak ada gemuruh badai yang menyiksa...

namun ...
ketika dia tak kunjung pergi...
terasa seakan menanti detik-detik bom waktu...

...

Rabu, 08 Desember 2010

Hidup dalam Pengaruh Musik


Pernahkah Anda berpikir bahwa musik dapat membawa pengaruh yang besar sekali dalam kehidupan seseorang. Sebuah penelitian membuktikan bahwa musik tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan sel otak bayi. Penelitian yang lain juga mengatakan bahwa komposisi musik tertentu dapat meningkatkan aktivitas sel otak bagian tertentu, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.

Tapi lepas dari itu semua, saya telah mencoba mengadakan penelitian kecil-kecilan - tentang hubungan karakter seseorang berkaitan dengan musik yang digemarinya dan yang sering didengarnya - yang hasilnya saya kumpulkan sejak tahun 2000 hingga sekarang, melibatkan ratusan anak-anak usia SMA (dari masa ke masa), dan hasilnya cukup mengejutkan. Bahwasanya, kesimpulan yang saya tarik untuk sementara ini, ternyata hampir 80 % karakter yang terbentuk dalam diri seseorang itu dipengaruhi oleh musik yang didengarnya…

Dan inilah hasil sementara…
  1. Pendengar musik Klasik dan Jazz memiliki karakter yang keras, kemauan yang kuat, dan seringkali memberikan improvisasi dalam langkah-langkah yang diambilnya, yang terkadang susah untuk dipahami, tapi memberikan hasil akhir yang positif dan bisa dipertanggung-jawabkan.
  2. Pendengar musik Rock, Grunge, dan Sejenisnya,memiliki karakter yang keras dan tidak terarah, bertindak semuanya sendiri, dan seringkali tidak memperhatikan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Tindakan-tindakan yang dilakukannya seringkali hanya berdasarkan pikiran yang terlintas sekilas lalu saja, sehingga jarang sekali mereka memikirkan akibat yang akan dihasilkannya. Ditinjau dari sisi positifnya, sebenarnya mereka adalah orang-orang yang memiliki keberanian yang sangat luar biasa, sehingga seringkali dianggap nekat.
  3. Pendengar musik Pop, Slow Rock, dan sejenisnya, memiliki karakter yang datar-datar saja. Bahkan dalam tingkatan tertentu, mereka adalah orang-orang yang takut pada perubahan yang drastis.
  4. Pendengar musik Keroncong, Langgam, dan sejenisnya, memiliki karakter yang lebih banyak pasrah pada nasib dan kehidupan. Mereka lebih merasa nrimo dengan apa yang sudah mereka miliki. Hampir semua responden penggemar musik ini jarang sekali saya temui dalam keadaan frustrasi atau mengeluhkan keadaan hidupnya, mereka selalu terlihat tersenyum menantang hidup…

Nah, dari hasil yang saya dapatkan, maka hati-hatilah dengan musik yang Anda dengar…
Percaya atau tidak,semuanya terserah Anda…………..

Sabtu, 04 Desember 2010

PUNCAK PERANCIS

Puncak Perancis

Inilah Potret Desa, dimana saya memijak bumi dan menjunjung langit saat ini. Memang, tak ada kata yang cocok untuk diucapkan tentang tempat ini. Tanah kering, air pun sulit dijangkau, namun disinilah para penduduk mematuki batu-batu untuk sekedar mendapatkan seikat sayur dan seonggok ubi.

Sungguh ironis jika banyak orang mengatakan bahwa Kalimantan Timur merupakan Propinsi yang kaya. Dimana banyak perusahaan menggali tambang batu bara, sedangkan kenyataannya banyak rakyatnya yang miskin, tinggal digubug-gubug dengan atap dari jalinan nipah atau ilalang. Banyak perusahaan besar menghisap minyak bumi, tetapi rakyat mengeluh, tidak ada bensin untuk motor dan genset mereka.

Puncak ini, dimana saya mengambil foto ini, rupanya juga menjadi tempat yang cukup ironis. Dengan indah, para muda-mudi menyebutnya sebagai PUNCAK PERANCIS, karena, -katanya- puncak ini memiliki keindahan 10 kali lipat dibanding tempat-tempat wisata di Eropa, bahkan memiliki pesona yang eksotik 2 kali lipat dari menara Eiffel. Kenapa? karena hanya tempat inilah yang dapat mereka jangkau untuk memadu kasih, mengucapkan janji setia, atau nge-gombal sambil meraba.

Memang, dengan akal sehat pun, saya 200% setuju dengan ungkapan mereka, karena memang tidak sedikit para anak muda disini yang tidak bisa / tidak mau menjangkau tempat lain. Dan oleh karena alasan itulah, maka tempat ini menjadi tempat yang paling banyak diminati. Entah mereka sekedar berjalan-jalan sambil bercanda, atau bercengkrama mesra sambil meraba, atau bahkan yang lebih dari pada itu.

Bukan menjadi rahasia lagi akan hal itu. Karena memang demikianlah budaya masyarakat asli disini. Dan menurut Anda, baik atau buruk... Saya tetap mencintai Desa ini, walaupun sepi menyelimuti.... karena hanya sepi yang mampu menghisap dendam dan sakit hati...

Jumat, 03 Desember 2010

SANG PECUNDANG

Seorang Pecundang
Karya : Fatkhan T. Haqque

"Seandainya waktu itu aku nggak berhenti... mungkin sekarang sudah ku raih kesuksesan itu..."

Kata-kata ini, rasanya memang tidak asing lagi bagi telinga kita. Karena, walaupun mungkin tidak sama persis, namun seringkali kata-kata sejenis itu terucap begitu saja dari mulut seseorang disekitar kita, atau bahkan kita sendiri. Nah, Para Konco dan Teman-teman semua, sebenarnya dengan kata-kata ini, seorang manusia telah menunjukkan kualitas dirinya. Pepatah mengatakan, "Tanaman yang baik dikenal dari buah yang dihasilkannya...". Pepatah yang lain lagi juga mengatakan, "Perkataan adalah gambaran luapan yang sesungguhnya dari lubuk hati manusia..."

So, jika kata-kata yang kita keluarkan hanyalah keluh kesah yang yak berkesudahan, sudah barang tentu orang akan menilai diri kita sebagai PECUNDANG yang nggak mau berjuang menantang kehidupan. Dengan demikian, maka pada dasarnya, semua manusia yang ada saat ini adalah pecundang. Why...??? Karena memang tidak ada manusia yang dalam hidupnya tidak pernah berlaku layaknya pecundang, Semua manusia pernah menjadi pecundang...


TAK ADA GADING YANG TAK RETAK
Siiip...!!! Betul sekali, emang nggak ada gading yang mulus tanpa cacat. Maka dengan demikian, manusia pun sama dengan gading, "Pasti ada Retaknya..."
Namun masalahnya, sejarah kehidupan mencatat, hanya GADING PALSU dari bahan ACRILIC saja yang mulus nggak ada retak. 
SO WHAT...??? "Gading Yang Sempurna adalah Gading Yang Ada Retaknya" maka manusia yang sempurna adalah diri kita sendiri, yang memang - tanpa tedeng aling-aling - pasti ada salahnya.


JADI MAKSUD-nya???
Pesawat tempur yang baik adalah yang tidak benar-benar stabil. Yang bisa setiap saat membelok ke kanan, mambelok ke kiri, berputar-putar, bahkan berbalik arah.
Artinya, sebagai Manusia yang Sempurna, kita harus bisa menjadi bagian dari manusia lain, jika salah segera minta maaf, jika salah arah segera berbalik dan mendekatkan diri kepada Sang Penguasa Alam Semesta...